Labels

Networking

Kita selama ini dapat saling terhubung, saling berkomunikasi dari satu sama lain melalui internet, karena semua itu dapat kita lakukan dengan adanya Jaringan, Cloud Computing dan lain-lainnya.

Programming

Dengan Command Prompt kita bisa mengetikan berbagai Kode-kode Program yang indah, baik mengunakan Bash Programming, C Language Programming, Python Syntax, dsb. Mari kita berbagi dan pelajari tentang itu semua.

Linux the Amazing of OpenSource

Linux merupakan OS yang jarang kita temukan di kalangan masyarakat Negri ini, tetapi dengan Linux berbagai Keamanan yang handal sudah seharusnya tidak diasingkan lagi, Linux juga punya banyak Distro seperti Debian, Ubuntu, OpenSuse, Redhat, dsb.

Web Programming

Web Programming sudah tak asing lagi dengan bahasa-bahasanya seperti HTML, CSS, JavaScript, PHP, dsb. Mari kita berbagi dan mengupas sedikit demi sedikit ilmu yang kita miliki.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Maret 2013

Framwork PHP (Codeigniter)

CodeIgniter adalah aplikasi open source yang berupa framework dengan model MVC (Model, View, Controller) untuk membangun website dinamis dengan menggunakan PHP. CodeIgniter memudahkan developer untuk membuat aplikasi web dengan cepat dan mudah dibandingkan dengan membuatnya dari awal. CodeIgniter dirilis pertama kali pada 28 Februari 2006. Versi stabil terakhir 2.1.2 yang dirilis pada 29 Juni 2012.

Framwork
Framework secara sederhana dapat diartikan kumpulan dari fungsi-fungsi/prosedur-prosedur dan class-class untuk tujuan tertentu yang sudah siap digunakan sehingga bisa lebih mempermudah dan mempercepat pekerjaan seorang programer, tanpa harus membuat fungsi atau class dari awal.

Ada beberapa alasan mengapa menggunakan Framework:
  • Mempercepat dan mempermudah pembangunan sebuah aplikasi web.
  • Relatif memudahkan dalam proses maintenance karena sudah ada pola tertentu dalam sebuah framework (dengan syarat programmer mengikuti pola standar yang ada)
  • Umumnya framework menyediakan fasilitas-fasilitas yang umum dipakai sehingga kita tidak perlu membangun dari awal (misalnya validasi, ORM, pagination, multiple database, scaffolding, pengaturan session, error handling, dll
  • Lebih bebas dalam pengembangan jika dibandingkan CMS

MVC (Model, View, Controller)
Model View Controller merupakan suatu konsep yang cukup populer dalam pembangunan aplikasi web, berawal pada bahasa pemrograman Small Talk, MVC memisahkan pengembangan aplikasi berdasarkan komponen utama yang membangun sebuah aplikasi seperti manipulasi data, user interface, dan bagian yang menjadi kontrol aplikasi. Terdapat 3 jenis komponen yang membangun suatu MVC pattern dalam suatu aplikasi yaitu :
  1. View, merupakan bagian yang menangani presentation logic. Pada suatu aplikasi web bagian ini biasanya berupa file template HTML, yang diatur oleh controller. View berfungsi untuk menerima dan merepresentasikan data kepada user. Bagian ini tidak memiliki akses langsung terhadap bagian model.
  2. Model, biasanya berhubungan langsung dengan database untuk memanipulasi data (insert, update, delete, search), menangani validasi dari bagian controller, namun tidak dapat berhubungan langsung dengan bagian view.
  3. Controller, merupakan bagian yang mengatur hubungan antara bagian model dan bagian view, controller berfungsi untuk menerima request dan data dari user kemudian menentukan apa yang akan diproses oleh aplikasi.
Dengan menggunakan prinsip MVC suatu aplikasi dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan developernya, yaitu programmer yang menangani bagian model dan controller, sedangkan designer yang menangani bagian view, sehingga penggunaan arsitektur MVC dapat meningkatkan maintanability dan organisasi kode. Walaupun demikian dibutuhkan komunikasi yang baik antara programmer dan designer dalam menangani variabel-variabel yang akan ditampilkan.
Ada beberapa kelebihan CodeIgniter (CI) dibandingkan dengan Framework PHP lain :
  • Performa sangat cepat : salah satu alasan tidak menggunakan framework adalah karena eksekusinya yang lebih lambat daripada PHP from the scracth, tapi Codeigniter sangat cepat bahkan mungkin bisa dibilang codeigniter merupakan framework yang paling cepat dibanding framework yang lain.
  • Konfigurasi yang sangat minim (nearly zero configuration)  : tentu saja untuk menyesuaikan dengan database dan keleluasaan routing tetap diizinkan melakukan konfigurasi dengan mengubah beberapa file konfigurasi seperti database.php atau autoload.php, namun untuk menggunakan codeigniter dengan setting standard, anda hanya perlu merubah sedikit saja file pada folder config.
  • Banyak komunitas: dengan banyaknya komunitas CI ini, memudahkan kita untuk berinteraksi dengan yang lain, baik itu bertanya atau teknologi terbaru.
  • Dokumentasi yang sangat lengkap : Setiap paket instalasi codeigniter sudah disertai user guide yang sangat bagus dan lengkap untuk dijadikan permulaan, bahasanya pun mudah dipahami.
  • Dan banyak lagi yang lainnya.
Sumber : Wikipedia Indonesia

Kamis, 12 April 2012

Konfigurasi Codeigniter

Dalam tahap konfigurasi Codeigniter.. ada empat file penting yang harus di konfigurasi sebelum memulai membangun Aplikasi Web dengan Codeigniter.
Empat file penting itu diantaranya adalah :
  • /system/application/database.php
  • /system/application/routes,php
  • /system/application/autoload.php
  • /system/application/config.php
baiklah langsung saja kita mulai tahap konfigurasi pertama, yakni database.php. Langsung saja buka filenya dan edit bagian dibawah ini :
$db['default']['hostname'] = "localhost";
$db['default']['username'] = "root";
$db['default']['password'] = ""; "(sesuaikan dengan password database anda)"
$db['default']['database'] = "belajar";
$db['default']['dbdriver'] = "mysql";
$db['default']['dbprefix'] = "";
$db['default']['pconnect'] = TRUE;
$db['default']['db_debug'] = TRUE;
$db['default']['cache_on'] = FALSE;
$db['default']['cachedir'] = "";
$db['default']['char_set'] = "utf8";
$db['default']['dbcollat'] = "utf8_general_ci";



selanjutnya mengedit bagian routes.php, dan konfigurasi bagian berikut :
$route['default_controller'] = "welcome"; "//pastikan ada didalan dan disamakan direktori /system/application/controlller/"
$route['scaffolding_trigger'] = "";



selanjutnya mengedit bagian config.php, dan konfigurasi bagian berikut :

$config['base_url']   = "http://localhost/namadirektorianda";

$config['index_page'] = "index.php";



selanjutnya mengedit bagian autoload.php, dan konfigurasi bagian berikut :

$autoload['libraries'] = array('database');

$autoload['helper'] = array('form');



yakk.. itulah mengenai tahap konfigurasi Codegniter. selanjutnya silahkan test di browser dengan mengetikan  http://localhost/namadirektorianda.

Jika ada salah maupun kekuranganya, dengan sangat  kami mohon Kritik & Saranya. Terima kasih :)

Rabu, 11 April 2012

Menkoneksikan PHP dan MySQL


Jika kita ingin mengakses Database kita hal yang penting pertama yang harus sudah siap sudah pasti Koneksi. Dalam MySQL kita dapat menggunakan fungsi "mysql_connect" sebagai fungsi yang dapat kita gunakan. pada dasarnya sintak yang digunakan adalah : 

mysql_connect(servername,username,password);

ParameterKeterangan
servernamesecara default banyak server yang menggukan nama "localhost" atau "localhost:3306"
usernamemerupakan nama username yang terdaftar pada database. contoh user full akses yang bernama "root" pada MySQL
passwordmengisikan password mengunakan tanda kutip. jika seandainya tidak memiliki password kosongkan dengan cara berikut " ".


Membuka Koneksi


berikut contoh skript untuk membuka yang dapat digunakan :

$con = mysql_connect("localhost","root","");
if (!$con)
  {
  die('Could not connect: ' . mysql_error());
  }

// some code
?>

Menutup Koneksi

The connection will be closed automatically when the script ends. To close the connection before, use the mysql_close() function:
$con = mysql_connect ("localhost","root","");
if (!$con)
  {
  die('Could not connect: ' . mysql_error());
  }

// some code

mysql_close($con);
?>


Pada Listing Program diatas bedanya Scrppt Membuka Koneksi dan Menutup Koneksi hanya saja pada Script Menutup Koneksi di bagian akhir baris disisipkan kode mysql_close($con);